Cuma Sehari di Cirebon? Agendakan Ini Selama di Cirebon!

Cuma sehari di Cirebon? Kamu bisa kunjungin destinasi ini. Sebenarnya kalau di Cirebon cuma satu hari, belum puas banget ya. Tapi nggak apa-apa. Kamu bisa rasain vibes yang Cirebon banget di destinasi wisata berikut ini.

Villagoestine

5/21/20264 min read

Kamu punya waktu 24 jam di Cirebon untuk menikmati segala vibes dan keindahannya. Cirebon menjadi salah satu kota yang memiliki highligt tersendiri di Jawa Barat. Terkenal karena budaya, wisata, dan juga batiknya yang memiliki ciri khas. Cirebon juga menjadi kota transit bagi sebagian besar pelancong karena letaknya yang begitu strategis yaitu berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah di sebelah timur.

Keunikan Cirebon yang lain adalah dari letak geografisnya yang memiliki sedikit dataran tinggi, dataran sedang, hingga sebagian besarnya di area pesisir. Jadi wajar saja jika Cirebon menjadi salah satu destinasi wisata yang popular.

Sebenarnya kalau hanya 24 jam di Cirebon akan terasa kurang, ya. Butuh waktu yang lebih lama untuk menjajaki setiap sudut Cirebon untuk memperoleh semua vibes dan keindahannya. Berikut ini adalah alternatif destinasi jika kamu cuma punya waktu sehari di Cirebon.

Sarapan Nasi Jamblang

Awali hari baru di Cirebon dengan mengisi energi. Sarapan Nasi Jamblang menjadi salah satu opsi terbaik karena sangat mudah menemukan penjual nasi jamblang mulai dari penjual kaki lima hingga kiosan. Kulineran pagi ini direkomendasikan di sekitar jam 6 - 8 pagi karena biasanya kamu bisa menemukan lauk yang beragam.

Sedikit tentang Nasi Jamblang yang menjadi makanan khas di Cirebon. Segenggam nasi yang dibungkus daun jati dan dilengkapi dengan beragam lauk favorit seperti telur dadar, semur daging, sambal goreng, cumi blakutak, tahu tempe, dan masih banyak lagi.

Begitu banyak tempat yang direkomendasikan untuk kamu makan Nasi Jamblang selama di Cirebon, mulai dari penjual kaki lima hingga tempat yang ala cafe. Ini dia beberapa rekomendasi tempat untuk kuliner Nasi Jamblang adalah sebagai berikut :

  1. Nasi Jamblang Ibu Nur buka dari jam 7 pagi.

  2. Nasi Jamblang Ibad Otoy buka dari jam 7 pagi

  3. Nasi Jamblang Mang Dul buka dari jam 5 pagi

  4. Nasi Jamblang IB Cipto Park buka dari jam 6 pagi.

Dan masih banyak lagi tempat makan nasi jamblang di Cirebon. Harganya cukup beragam mulai dari Rp. 15.000,- tergantung pada lauk yang dipilih.

Berkunjung ke Keraton Kasepuhan

Mengetahui sejarah dan babad Cirebon di Keraton paling tua di Cirebon. Keraton Kasepuhan merupakan destinasi wajib bagi kamu yang berkunjung ke Cirebon. Di dalam keraton kamu dapat merasakan vibes budaya Cirebon yang begitu kental dengan beberapa peninggalan benda zaman dahulunya.

Beberapa hal yang menjadi highlight di Keraton Kasepuhan adalah Lukisan 3 Dimensi Prabu Siliwangi yang mana arah pandang lukisan tersebut seolah mengikuti arah pandang kita. Letak dari Lukisan tersebut satu bangunan dengan Kereta Kencana Singa Barong. Kemudian, kamu dapat masuk ke museum benda antik yang berisi, senjata tradisional, baju tradisional, serta alat musik tradisional Gamelan Sekaten yang sangat ikonik.

Di Keraton Kasepuhan juga kamu dapat mengikuti beberapa atraksi wisata yang biasanya digelar seperti, Pertunjukan Seni Tradisional atau pameran kebudayaan.

Makan Siang Empal Gentong

Empal gentong merupakan kuliner khas Cirebon yang jangan sampai terlewatkan. Empal gentong merupakan hidangan berbahan dasar daging sapi dan jeroan yang dimasak dalam kuah santan dengan racikan berbagai rempah. Sesuai dengan namanya, makanan ini dimasak menggunakan gentong atau periuk besar dari tanah liat yang dipanaskan di atas kayu bakar. Cara memasak tradisional tersebut memberikan aroma yang lebih harum dan rasa yang khas, sehingga sulit ditemukan pada masakan yang dimasak dengan peralatan modern.

Seporsi empal gentong biasanya disajikan dengan nasi atau lontong, lalu diberi taburan daun kucai, bawang goreng, dan sambal cabai kering sesuai selera. Kuahnya yang gurih berpadu dengan potongan daging yang empuk menciptakan cita rasa yang kaya dan menghangatkan. Tidak heran jika banyak orang menjadikan empal gentong sebagai menu wajib saat berkunjung ke Cirebon.

Lebih dari sekadar makanan, empal gentong juga mencerminkan kekayaan budaya dan tradisi kuliner masyarakat Cirebon yang diwariskan dari generasi ke generasi. Hingga saat ini, hidangan legendaris ini tetap menjadi kebanggaan daerah sekaligus salah satu alasan mengapa Cirebon dikenal sebagai surga wisata kuliner di Indonesia.

Belanja Batik di Batik Hafiyan Trusmi

Sudah isi energi di siang hari, menjelang sore harinya kamu bisa belanja oleh-oleh di Batik Hafiyan Trusmi. Letaknya berada di kawasan Batik Desa Trusmi di kecamatan Plered. Batik Hafiyan menjadi salah satu destinasi belanja batik favorit untuk para pelancong.

Koleksi di Batik Hafiyan juga sangat beragam dan pas untuk segala kebutuhan. Untuk pemakaian pribadi atau seragaman. Range harga kain di Batik Hafiyan mulai dari Rp. 50.000,- sampai dengan jutaan rupiah untuk koleksi yang eksklusif. Selain kain, ada juga baju jadi, aksesoris, dan layanan jahit batik.

Selain puas berbelanja, kamu juga bisa merasakan experience pelayanan yang sangat baik. Tersedia beberapa jamuan khas Cirebon yang bisa kamu nikmati selama menunggu belanjaan disiapkan. Proses pembayarannya juga mudah, bisa dengan cash, kartu, atau Q-ris.

Street Food di Jalan M.Toha

Setelah seharian keliling Cirebon, dari menyusuri tempat bersejarah, berburu batik, sampai mampir ke berbagai sudut kota, rasanya perjalanan belum lengkap kalau langsung pulang. Saat malam mulai datang, Jl. M. Toha bisa jadi destinasi terakhir untuk menutup hari dengan cara yang paling sederhana, berburu street food.

Menjelang malam, kawasan ini mulai hidup. Deretan pedagang kaki lima memenuhi sisi jalan dengan pilihan makanan yang beragam. Ada jajanan gurih, makanan berat, camilan manis, sampai minuman dingin yang cocok jadi teman setelah seharian jalan kaki. Aroma makanan yang bercampur dengan ramainya kendaraan dan obrolan pengunjung justru menjadi bagian dari suasana khasnya.

Nggak ada itinerary yang terlalu serius di sini. Tinggal jalan pelan, lihat-lihat dagangan, pilih yang paling menggoda, lalu makan sambil menikmati suasana malam Cirebon.

Jl. M. Toha menunjukkan sisi kota yang berbeda. Bukan tentang destinasi megah atau spot foto yang sempurna, tapi tentang bagaimana warga menikmati malam melalui makanan dan ruang sederhana di pinggir jalan.

Setelah seharian mengenal Cirebon, mungkin ini cara paling pas untuk mengakhirinya, duduk, makan, dan menikmati kota sedikit lebih lama.

Street Food di Jalan M.Toha

Masih banyak destinasi menarik di Cirebon yang belum disebutkan di artikel ini. Kamu bisa menyiapkan jadwal yang lebih panjang selama di Cirebon agar seluruh penjuru Cirebon bisa dikunjungi satu per satu.