Mengenal Batik Tulis Waleran Megamendung Cirebon, Indikasi Geografis ke-2 Asli Cirebon.
Batik Tulis Mega Mendung Waleran masuk ke dalam Indikasi Greografis
villagoestine
9/25/20262 min read


Batik Megamendung merupakan motif batik primadona di Cirebon. Visualisasinya berbentuk awan mendung dengan sisi yang lebih lancip. Ada banyak hal yang membuat Batik Megamendung sangat istimewa di mata masyarakat Cirebon dan sekitarnya. Selain menjadi penanda kehadiran batik di Cirebon, Batik Megamendung juga memiliki satu keistimewaan ketika proses pembuatannya.


Motif Batik Tulis Waleran Cirebon yang menggunakan teknik Waleran ini pada umumnya dipengaruhi oleh estetika batik motif Megamendung Keratonan Cirebonan, sehingga teknik ini digunakan sebagai teknik batik Keraton Cirebonan dan Batik Tulis Pesisiran (daerah Trusmi dan sekitarnya).
Batik Tulis Waleran Cirebon pada umumnya memiliki karakteristik dasar sebagai berikut : Motif dasar berupa awan (Megamendung) dengan unsur warna berjenjang (bergradasi) dari warna muda hingga warna yang lebih tua (monocrhomatik colour), namun ada juga pemakain warna bejenjang (bergradasi) dengan warna kontras atau warna yang berseberangan. Sehingga pada umumnya ada dua rumpun warna yang berbeda pada lembaran kain dengan teknik Waleran ini. Pada umumnya adalah perpaduan warna kontras Merah dan Biru.


Bentuk garis (outline) dengan ukuran ketebalan garis berkisar 0,3 mm hingga 0,5 mm dengan sebutan “Waleran” membentuk ornamen hias hingga menjadi ragam hias batik tertentu. Bentuk teknik Waleran dihasilkan dengan teknik batik tulis, dan berdasarkan pengakuan dan pengamatan di sentra-sentra batik di seluruh Indonesia, teknik Waleran dengan gradasi warna hingga mencapai maksimal gradasi 17 tingkat warna
Ciri dari Batik Waleran Cirebon


Batik Hafiyan menyediakan produk Batik Tulis Waleran Megamendung dengan berbagai variasi warna yang menarik. Menggunakan bahan dengan kualitas terbaik serta pemrosesan batik yang detail sehingga menghasilkan produk berkualitas. Dapatkan promo terbaiknya di Batik Hafiyan.
